Dari sebuah desa di kaki Gunung Rinjani, Lombok, lahirlah seorang pemuda yang kelak akan membuat dunia atletik tercengang. Lalu Muhammad Zohri adalah bukti nyata bahwa mimpi besar dapat lahir dari tempat yang paling sederhana.
Sosok kelahiran 1 Juli 2000 ini bukan sekadar pelari cepat. Ia adalah manusia tercepat yang pernah dimiliki Indonesia, pemecah rekor nasional yang prestasinya telah melampaui batas-batas regional dan menembus panggung dunia .
Artikel ini akan mengupas perjalanan hidup, rekor-rekor yang dipecahkan, serta warisan yang telah ditinggalkan Zohri bagi atletik Indonesia.
Profil Singkat Lalu Muhammad Zohri
-
Nama Lengkap: Lalu Muhammad Zohri
-
Tempat, Tanggal Lahir: Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, 1 Juli 2000
-
Tinggi Badan: 172 cm
-
Berat Badan: 60 kg
-
Pendidikan: Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Mataram
-
Pelatih: Eni Nuraeni
-
Status: Pemegang Rekor Nasional 100m & 60m Indoor
Masa Kecil: Yatim Piatu di Tengah Keterbatasan
Kisah Zohri adalah kisah tentang ketabahan. Ia lahir dari pasangan Lalu Ahmad Yani dan Saeriah, sebagai anak bungsu dari empat bersaudara .
Takdir berkata lain. Pada tahun 2015, sang ibu meninggal dunia karena penyakit tifus. Dua tahun kemudian, sang ayah menyusul karena sakit sesak napas . Di usianya yang masih sangat muda, Zohri dan saudara-saudaranya harus berjuang hidup dalam kondisi ekonomi yang serba sulit .
Namun, dari puing-puing kesedihan itulah, bakat terpendamnya mulai bersinar.
Awal Mula Berlari
Sejak kecil, Zohri dikenal sebagai sosok pendiam namun pekerja keras. Ketertarikannya pada olahraga berawal dari klub sepak bola di sekolah . Namun, ia menyadari bahwa kecepatan larinya adalah senjata utama yang membedakannya dari yang lain.
Ia mulai berlatih secara serius setiap hari di Pantai Pelabuhan Bangsal, tanpa menggunakan sepatu khusus. Pemandangan seorang anak laki-laki berlari tanpa alas kaki di atas pasir menjadi rutinitas yang membentuk fondasi kecepatannya .
“Saya ingin membanggakan orang tua saya di surga.”
— Zohri, mengenang motivasi awal kariernya.
Momen Bersejarah: Juara Dunia Junior 2018
Jika ada satu momen yang mengubah segalanya, itu adalah Kejuaraan Dunia Atletik Junior 2018 di Tampere, Finlandia .
Pada 11 Juli 2018, Zohri yang saat itu belum banyak dikenal, melesat di lintasan 100 meter. Ia tidak hanya menang, ia mengalahkan dua sprinter Amerika Serikat yang dijagokan: Anthony Schwartz dan Eric Harrison. Catatan waktu 10,18 detik mengantarkannya menjadi juara dunia .
Makna sejarah dari kemenangan ini:
-
Pertama kalinya Indonesia memiliki juara dunia di cabang atletik
-
Prestasi terbaik sebelumnya hanya finis kedelapan di babak penyisihan tahun 1986
-
Zohri menjadi perhatian dunia, dijuluki “The Next Big Thing” dari Asia Tenggara
Deretan Rekor Nasional yang Masih Dipegang
Hingga saat ini, nama Lalu Muhammad Zohri masih terpahat sebagai pemegang berbagai rekor nasional yang belum terpecahkan.
Tiga Rekor Nasional Zohri
| Nomor | Catatan Waktu | Lokasi & Tahun | Status |
|---|---|---|---|
| 100 meter (Outdoor) | 10,03 detik | Osaka, Jepang (2019) | Rekor Nasional & Rekor U-20 Nasional |
| 60 meter (Indoor) | 6,58 detik | Belgrade, Serbia (2022) | Rekor Nasional Indoor |
| 4×100 meter Estafet | 38,77 detik | Jakarta (2018) | Rekor Nasional Beregu |
Catatan 10,03 detik di Osaka Golden Grand Prix 2019 ini sekaligus memecahkan rekor lama milik Suryo Agung Wibowo (10,17 detik) yang telah bertahan bertahun-tahun .
Fakta menarik: Pada saat mencatatkan 10,03 detik di Osaka, Zohri finis di peringkat ketiga — dikalahkan oleh dua pelari Jamaika yang legendaris .
Kiprah di Panggung Dunia: Olimpiade & Kejuaraan Dunia
Zohri adalah salah satu dari sedikit atlet Indonesia yang mampu tampil secara konsisten di berbagai ajang elit dunia.
Olimpiade (Dua Edisi)
Zohri telah mewakili Indonesia di dua edisi Olimpiade:
-
Tokyo 2020 (2021) : Tersingkir di babak kualifikasi
-
Paris 2024 : Tampil di panggung Olimpiade untuk kedua kalinya
Kejuaraan Dunia (Empat Edisi)
Zohri juga telah tampil di berbagai Kejuaraan Dunia:
-
Doha 2019 : Debut pertama di kejuaraan dunia senior
-
Belgrade 2022 (Indoor) : Mencatatkan rekor nasional 6,58 detik
-
Oregon 2022 : Bertanding di Amerika Serikat
Performa Terkini (2025-2026)
Zohri terus menunjukkan bahwa ia masih menjadi andalan Indonesia di kancah internasional.
SEA Games 2025 Bangkok, Thailand
Pada ajang dua tahunan se-Asia Tenggara ini, Zohri berhasil meraih medali Perak untuk nomor 100 meter putra dengan catatan waktu 10,25 detik .
Asian Indoor Athletics Championships 2026 (Tianjin, China)
Memasuki tahun 2026, Zohri memulai musim kompetisinya di Kejuaraan Asia Indoor di Tianjin, China (6-8 Februari 2026).
Perjalanannya:
-
Babak Penyisihan: Finis pertama di heat-nya dengan waktu 6,68 detik
-
Babak Semifinal: Mencatatkan 6,63 detik, lolos ke final
-
Babak Final: Finis di peringkat keenam dengan waktu 6,69 detik
Meskipun belum membawa pulang medali, pencapaian ini menegaskan konsistensi Zohri di level elite Asia — sebuah prestasi yang tidak mudah untuk sprinter dari negara yang bukan “raksasa” atletik.
PON Aceh-Sumut 2024
Di level nasional, Zohri masih tak terkalahkan. Ia berhasil meraih medali emas dan memecahkan rekor PON untuk nomor 100 meter putra, membuktikan bahwa supremasi Zohri di Indonesia belum tergantikan .
Daftar Lengkap Prestasi Lalu Muhammad Zohri
Berikut adalah ringkasan prestasi Zohri dari berbagai ajang bergengsi:
| Tahun | Ajang | Lokasi | Nomor | Pencapaian |
|---|---|---|---|---|
| 2017 | ASEAN School Games | Singapura | 200 m | Medali Perak |
| 2018 | Kejuaraan Asia Junior | Gifu, Jepang | 100 m | Medali Emas |
| 2018 | World U20 Championships | Tampere, Finlandia | 100 m | Medali Emas (Juara Dunia) |
| 2018 | Asian Games | Jakarta-Palembang | 4×100 m estafet | Medali Perak |
| 2019 | Kejuaraan Asia | Doha, Qatar | 100 m | Medali Perak |
| 2019 | Seiko Golden Grand Prix | Osaka, Jepang | 100 m | Perunggu (10,03 – Rekor Nasional) |
| 2021 | PON Papua | Indonesia | 100 m & 200 m | Medali Emas |
| 2023 | SEA Games | Kamboja | 4×100 m estafet | Medali Emas |
| 2023 | SEA Games | Kamboja | 200 m | Medali Perunggu |
| 2024 | ASEAN University Games | Indonesia | 100 m & 4×100 m | Medali Emas |
| 2024 | PON Aceh-Sumut | Indonesia | 100 m | Medali Emas (Pecahkan Rekor PON) |
| 2025 | SEA Games | Bangkok, Thailand | 100 m | Medali Perak |
| 2026 | Asian Indoor Championships | Tianjin, China | 60 m | Finalis (Peringkat 6) |
Gaya Hidup & Bisnis di Luar Lintasan
Zohri tidak hanya mengandalkan karier sebagai atlet. Ia sadar bahwa masa keemasan seorang sprinter tidak selamanya bertahan.
Oleh karena itu, ia telah mempersiapkan masa depan dengan merintis usaha mebel dan perabotan rumah tangga. Bisnis ini dijalankannya sebagai bekal untuk kehidupan setelah pensiun dari dunia atletik .
Soal kekayaan, kabar yang beredar menyebutkan bahwa Zohri pernah menerima apresiasi hingga Rp2,3 miliar atas prestasi emasnya di Finlandia, meskipun jumlah pastinya tidak dapat dikonfirmasi secara resmi .
Warisan untuk Atletik Indonesia
Lalu Muhammad Zohri telah melakukan lebih dari sekadar lari cepat. Ia telah mengubah cara dunia memandang atletik Indonesia.
Sebelum Zohri, nama Indonesia jarang disebut dalam percakapan tentang sprinter dunia. Setelah Zohri, pintu harapan terbuka lebar. Ia membuktikan bahwa dengan kerja keras, seorang anak yatim piatu dari Lombok bisa berdiri sejajar dengan para sprinter terbaik dunia.
Apa yang membuat Zohri istimewa?
-
Mental baja: Bangkit dari keterpurukan setelah ditinggal orang tua
-
Konsistensi: Bertahan di level elite internasional lebih dari 8 tahun
-
Inspirasi: Menjadi bukti bahwa talenta bisa ditemukan dari daerah terpencil
Kesimpulan
Lalu Muhammad Zohri adalah sprinter tercepat dalam sejarah Indonesia — sebuah status yang tidak akan mudah digantikan. Dengan rekor nasional 10,03 detik yang masih bertahan, dengan medali emas Kejuaraan Dunia Junior 2018 yang masih bersinar, Zohri telah mengukir namanya dalam sejarah emas olahraga Indonesia.
Di usianya yang baru menginjak 26 tahun (per 2026), Zohri masih memiliki waktu untuk terus menorehkan prestasi. Apakah ia akan mampu memecahkan rekor dunianya sendiri? Ataukah akan lahir sprinter baru yang menyainginya?
Satu hal yang pasti: Legasi Lalu Muhammad Zohri akan terus dikenang sebagai titik balik kebangkitan atletik Indonesia.




