Kekhawatiran melanda komunitas gamer PlayStation menyusul laporan DRM PS5 PS4 yang mengalami bug. Sistem Digital Rights Management, yang berfungsi melindungi game digital dari pembajakan, kini dikabarkan mengharuskan koneksi internet setiap 30 hari untuk memverifikasi lisensi game digital PS. Hal ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait potensi pencabutan lisensi game digital PS jika persyaratan tersebut tidak terpenuhi. Informasi awal mengenai bug DRM PS5 PS4 ini telah memicu diskusi panas di kalangan pemilik konsol PS4 dan PS5, seperti yang dilaporkan dari sumber berita.

Kronologi Bug DRM PS5 PS4 dan Ancaman Lisensi Game Digital
Sistem Digital Rights Management (DRM) merupakan upaya esensial bagi pengembang dan penerbit game dalam melindungi produk digital mereka dari potensi pembajakan. Sistem ini tidak hanya diterapkan pada game PC, tetapi juga secara aktif digunakan pada konsol game populer seperti PS4 maupun PS5. Namun, laporan terbaru mengindikasikan bahwa sistem penting ini mungkin mengalami bug DRM PS5 yang signifikan, menimbulkan keresahan di komunitas gamer.
Informasi awal mengenai bug DRM PS5 PS4 ini pertama kali mencuat melalui postingan akun Twitter X bernama @ManFightDragon. Dalam postingannya, dia menemukan adanya pembaruan baru terhadap sistem DRM pada game-game PS5 dan PS4 versi digital. Penjelasan dari @ManFightDragon menguraikan bahwa sistem tersebut kini mengharuskan game-game PS4 maupun PS5 agar terhubung secara _online_ setiap 30 hari sekali. Ini berarti bahwa sistem DRM tersebut mengharuskan gamer untuk secara rutin menghubungkan konsol PS5 dan PS4 ke jaringan internet. Tujuannya adalah agar sistem dapat mengecek keaslian kepemilikan lisensi game digital PS milik mereka.
…
— ManFightDragon (@manfightdragon) 9, 2025

Konsekuensi dari bug ini dijelaskan secara gamblang oleh @ManFightDragon: jika gamer tidak menghubungkan konsol mereka ke internet melewati batas waktu 30 hari, maka lisensi game digital PS yang mereka miliki akan dicabut. Potensi pencabutan lisensi game digital PS ini menjadi sumber kekhawatiran utama bagi komunitas gamer. Mereka khawatir akan kehilangan akses ke game yang sudah dibeli hanya karena kendala koneksi internet atau kesibukan pribadi yang membuat mereka tidak dapat _online_ secara berkala. Situasi ini menyoroti kerapuhan kepemilikan game digital dalam skema DRM yang sedang dibahas.
Reaksi Gamer dan Klaim Dugaan Bug DRM PS5
Kabar mengenai persyaratan koneksi internet 30 hari untuk DRM PS5 PS4, yang diduga sebagai sebuah bug DRM PS5, tentu saja memicu reaksi yang signifikan dari komunitas gamer. Terutama bagi mereka yang memiliki konsol PS4 maupun PS5, kekhawatiran melanda. Banyak yang menganggap sistem DRM seperti itu cukup merepotkan, terutama jika mereka sedang tidak aktif bermain atau tidak sempat menghidupkan konsol mereka untuk dihubungkan ke jaringan internet karena kesibukan pribadi dan alasan lainnya. Ini berpotensi menghambat akses mereka terhadap lisensi game digital PS yang telah mereka miliki.
…
— DoesItPlay (@DoesItPlay1) 9, 2025

Pada saat artikel ini ditulis (26/4), muncul laporan dari akun Twitter X @DoesItPlay1 yang mengklaim bahwa masalah sistem DRM PS5 PS4 pada konsol PS4 dan PS5 itu sebenarnya merupakan bug DRM PS5 yang tidak disengaja. Informasi ini didapatkan dari salah satu informasi orang dalam yang tidak ingin disebut identitasnya. Meskipun ada klaim bahwa ini hanya sebuah bug, komunitas gamer pemilik konsol PS4 dan PS5 saat ini tetap merasa khawatir. Banyak dari mereka berpikir tentang kemungkinan terburuk, di mana Sony benar-benar mengimplementasikan pembaruan terhadap sistem DRM tersebut pada konsolnya seperti yang dilaporkan. Ini menunjukkan betapa sensitifnya isu lisensi game digital PS bagi para pemain.
Masa Depan DRM PS5 PS4: Menanti Konfirmasi Sony
Terlepas dari klaim yang menyebutkan bahwa isu sistem DRM PS5 PS4 ini hanyalah sebuah bug DRM PS5 yang tidak disengaja, komunitas gamer tetap berada dalam kondisi siaga. Spekulasi mengenai potensi Sony untuk benar-benar menerapkan sistem DRM yang mengharuskan verifikasi _online_ secara berkala masih menjadi topik hangat. Kekhawatiran utama adalah dampak jangka panjang terhadap kepemilikan lisensi game digital PS dan kenyamanan bermain game digital. Isu ini juga memicu diskusi yang lebih luas mengenai masa depan game digital dan hak-hak konsumen, yang juga menjadi topik penting dalam pengembangan game baru di Dreams PS4 & PS5. Pentingnya aksesibilitas dalam game juga sering disorot dalam berbagai ajang, seperti DICE Awards 2026 yang memberikan penghargaan kepada game-game inovatif.

Untuk saat ini, pihak Sony PlayStation belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar DRM tersebut. Ketiadaan konfirmasi resmi dari pihak pengembang konsol menambah ketidakpastian di kalangan gamer. Benar atau tidaknya informasi mengenai ini, komunitas game kini menantikan kejelasan dan pernyataan resmi mereka suatu hari nanti untuk meredakan kekhawatiran terkait lisensi game digital PS.
Dugaan bug DRM PS5 PS4 ini telah menciptakan keresahan signifikan di komunitas gamer. Meskipun ada klaim yang menyebutkan ini hanyalah kesalahan teknis, kekhawatiran mengenai lisensi game digital PS dan hak kepemilikan tetap menjadi isu krusial. Hanya pernyataan resmi dari Sony PlayStation yang dapat memberikan kejelasan dan meredakan kekhawatiran yang tengah melanda para pemilik konsol PS4 dan PS5.






